You are here

Day 2 Kenapa Aku Ada di Dunia ini?

Purpose Driven Life

Day 2. Kenapa Aku Ada di Dunia ini?

Selamat pagi semuanya. hari ini kita akan melihat tiga pertanyaan terbesar dalam hidup.Rick-Warren-Tujuan-hidup
Yang pertama adalah pertanyaan mengenai keberadaan, Mengapa saya hidup. Yang kedua adalah pertanyaan mengenai kepentingan, Apakah hidupku penting. Dan yang ketiga adalah pertanyaan mengenai tujuan, Adakah tujuan untuk hidupku?

Kenapa aku ada?
Pertama pertanyaan mengenai keberadaan (eksistensi).
Selama ribuan tahun orang menanyakan hal ini. Mengapa saya hidup? Banyak orang bertanya seperti seseorang di Alkitab bernama Yeremia, mengapa saya dilahirkan? Apa hanya untuk mengalami masalah? kesedihan? untuk mengakhiri hidupku? orang ini mengalami hari yang buruk teman-teman.
Saya dengar orang lain berkata, saya harap hidup bukan lelucon, karena saya tidak bisa mengertinya.
Ini benar, banyak orang tidak mengerti kenapa aku hidup, untuk apa aku hidup, apa yang seharusnya aku lakukan dengan hidupku.

Tiga pendekatan untuk Tujuan Hidup
Nah, jika Anda tidak melihatnya dari sudut pandang Allah, Anda hanya punya tiga pilihan. Yang pertama adalah dengan pendekatan mistis. Anda menemukannya di toko buku zaman sekarang, atau di film The Matrix. Pendekatan mistis mengatakannya dalam dua kata; “lihat kedalam”, percayailah dirimu. Tapi pendekatan ini tidak akan berhasil, karena kalau ini berhasil maka Anda dan saya pasti sudah mengetahui tujuan hidup kita.
Anda tidak menciptakan diri Anda, Jadi Anda tidak bisa mengetahui apa tujuan hidup Anda. Jadi pendekatan melihat kedalam tidak akan berhasil. Pendekatan yang kedua adalah yang saya sebut pendekatan menolong diri sendiri. Ada ribuan buku  mengenai menolong diri sendiri, dan mereka bisa berguna di area tertentu hidup Anda, tetapi bukan untuk menemukan tujuan hidup Anda.
Saya membeli banyak buku semacam ini dan mencari tahu tujuan hidup saya di dalamnya, Tetapi semua yang buku ini katakan hanyalah – Anda harus membuat tujuan hidup Anda, Anda harus menciptakan tujuan hidup Anda. Buku-buku semacam ini menawarkan sukses, kalau Anda menginginkannya, tetapi menjadi sukses dan mengetahui tujuan hidup bukanlah hal yang sama. Jadi pendekatan kedua tidak akan berhasil menemukan tujuan hidup Anda. Lalu ada pendekatan ketiga, yaitu pendekatan Filosofis. Dalam pendekatan filosofis, idenya adalah Anda harus berspekulasi tentang tujuan hidup Anda. Anda harus mengambil kursus atau mata kuliah di Universitas besar untuk mempelajari filosofi, kemudian duduk di Starbucks lalu bertanya: Untuk apa aku disini? darimana aku berasal? kemana aku pergi? 😀
Filosofi berguna untuk beberapa hal, tetapi ketika Anda ingin menemukan tujuan hidup Anda, filosofi hanya bisa menebaknya. Yang Anda perlukan adalah pemberitahuan atau pewahyuan.
Lihatlah ilustrasi berikut ini. Jika Anda melihat suatu penemuan, Anda tidak akan bisa mengetahui tujuan penemuan itu dibuat. Anda harus bertanya kepada penemunya. Anda harus melihat buku manualnya, barulah Anda mengerti tujuan dibuatnya alat penemuan itu. Hal yang sama berlaku untuk tujuan hidup Anda. Untuk mengetahui tujuan hidup Anda, Anda harus berbicara dengan penemu Anda dan membaca manual dari pencipta Anda. Jika Anda menaruh Tuhan dalam pencarian Anda, Anda berada dalam jalur yang benar.

Untuk apa aku hidup?
Jadi kenapa saya ada di sini? Untuk apa aku hidup? Jawaban ini mungkin akan mengejutkan Anda, tetapi Inilah dia, Tuhan berkata Anda diciptakan untuk dicintai oleh Tuhan.
Tuhan membuat Anda untuk mengekspresikan cintaNya. Anda dibuat sebagai objek dari cinta Tuhan. Saya pernah berbicara mengenai hal ini, yaitu bahwa Tuhan adalah cinta.
Itu adalah karakternya, itu adalah sifat alaminya, Allah adalah cinta. Dan Alkitab berkata, Tuhan menciptakan semuanya agar ia bisa mencintainya, termasuk Anda.
Dalam 1 Yohanes pasal 4 dikatakan cinta berasal dari Tuhan, kenapa? Tuhan adalah cinta. Tuhan begitu mencintai kita sehingga ia mengirim PutraNya supaya kita mempunyai hidup yang abadi melalui Dia. Alkitab berkata bahwa Anda diciptakan untuk dicintai Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan Anda, ia tidak kesepian. Tetapi tuhan menginginkan Anda, karena itulah Anda hidup. Anda tidak bisa membuat Allah berhenti mencintai Anda. Anda bisa mencobanya tetapi Anda akan gagal. Karena cinta Tuhan tidak berdasarkan kepada siapa Anda, tetapi berdasarkan kepada siapa Dia. Tidak ada orang lain di dunia ini yang mencintai Anda sebesar Tuhan mencintai Anda. Tidak ada wanita di dunia ini yang mencintai Anda lebih daripada Tuhan mencintai Anda.
Tuhan membuat Anda untuk mencintai Anda. dalam kitab Efesus dikatakan bahwa jauh sebelum tuhan meletakkan landasan bumi, Ia sudah memiliki kita di pikirannya, dan Ia menaruh kita sebagai pusat cintanya.
Jika Anda merasa hidup seperti runtuh, hidup berantakan, bagaimana Anda bisa menjadi utuh dalam hidup Anda? Alami lah cinta Tuhan. Rasakanlah, Nikmatilah. Alkitab berkata bahwa Tuhan mencintai Anda tanpa syarat. Sebelum Anda dilahirkan Tuhan sudah berpikir, Aku akan menciptakan orang dan aku akan mencintainya. Cinta manusia menjadi usang Anda bisa melihatnya dalam tingkat perceraian, tetapi cinta Tuhan tidak pernah berakhir. Bahkan ayat berikutnya berkata “Aku telah mencintaimu dengan cinta yang tiada akhir”.
Teman, jika Anda menangkap kata-kata saya secara emosional, Anda sudah mendapatkannya. Begitu Anda menangkapnya, Anda tidak akan lagi berjuang dengan rasa rendah diri. ada tidak lagi bergumul dengan rasa ketidakamanan. Ketika Anda berkata sebesar itulah Tuhan mencintai aku. sebelum dia menciptakan semesta ini, aku adalah fokus dari cintaNya. Dan ini membawa kita kepada pertanyaan kedua Apakah hidupku penting.

Apakah hidupku Penting?
Suatu malam Anda akan berpikir apakah yang kulakukan ini penting? Alkitab berkata bahwa seseorang bernama Daud berkata, “Aku ingat betapa singkatnya hidupku ini.”
Apakah yang kulakukan ini? Untuk kesia-siaan? Salomo berkata, tertawa dan kesenangan itu gila, karena apa gunanya itu? Apakah penting yang kulakukan?
Mengapa ini penting? Mengapa ini berharga? Karena itulah yang membuat Anda bergerak maju.
Jika tidak ada arti dalam hidup kita, mengapa kita terus bergerak? Tanpa arti, hidup itu sia-sia.
Dalam perang dunia dua, dimana Nazi berusaha melenyapkan ras Yahudi, mereka menaruh 6 juta orang di kamp-kamp kematian.
Satu hal yang mereka lakukan disana adalah menghapuskan arti hidup orang, karena mereka tahu bahwa jika orang mempunyai tujuan hidup,
mereka akan bertahan melampaui berbagai macam siksaan. Mereka menggunanakan tahanan untuk memproses kotoran, betapa rendahnya itu.
Suatu hari sekutu datang dan membom tempat itu, sehingga tidak ada lagi pekerjaan setelah itu.
Jadi nazi memutuskan untuk membuat para tahanan memindahkan puing, dari satu sisi kamp kematian ke sisi yang lain.
Tidak ada tujuan di dalamnya, hanya bekerja. Besoknya mereka harus memindahkan puing ke sisi yang satunya.
Itu benar-benar kerja keras tanpa tujuan, dan para tahanan mulai menjadi gila.
Dan mereka mulai mencoba segala sesuatu agar bisa mati. Mereka mencoba melawan para penjaga, mereka mencoba menaiki pagar,
mereka sengaja ingin ditembak, karena mereka ingin mati daripada hidup tanpa tujuan.

Tiga level hidup
Setiap orang di sini hidup dalam tiga level, ada level berjuang hidup, ada level sukses, dan level kepentingan.
Kebanyakan di dunia ini hidup di level terbawah, yaitu berjuang hidup. Mereka tidak berpikir tentang cicilan rumah, mereka berpikir tentang apakah saya akan bisa makan.
Satu-satunya pakaian yang mereka miliki hanyalah yang mereka pakai. Dan mereka tidak punya rumah atau perlindungan.
Dan sebagian besar dunia hidup dalam perjuangan hidup secara fisik. Tidak seorangpun di Amerika hidup dalam perjuangan hidup. Saya sudah keliling dunia. Yang termiskin di negara ini, lebih kaya dibandingkan lainya di dunia ini. Jika Anda punya uang di saku Anda, uang kecil, atau Anda punya sisa uang di rumah, maka Anda sudah ada di 10 persen orang termakmur di dunia. Tetapi kita punya orang di Amerika yang hidup dalam perjuangan emosi, mereka menyia-nyiakan waktu mereka dan memusatkannya ke akhir pekan. Dan jika Anda ada dalam mode pergumulan, Anda hanya akan berpikir mengenai Tahiti atau tempat lain, Anda hanya berpikir bagaimana saya bisa keluar dari tempat ini.
Karena Anda dikendalikan oleh keadaan Anda, Anda dikuasai masalah Anda, Anda tidak benar-benar hidup, Anda hanya ada saja.

Hidup ada “ada”?
Jika saya berpikir, saya akan bangun di pagi hari, pergi bekerja, pulang untuk melihat TV, tidur, dan melakukan hal yang sama tujuh hari dalam seminggu, pergi ke pesta, pensiun, lalu mati, itu bukan hidup, itu “ada”.
Anda diciptakan untuk jauh lebih banyak daripada sekedar bekerja, mendapatkan uang, pensiun, mati. Hidup bukanlah itu. Dan banyak orang hidup dalam level perjuangan emosi seperti itu.
Di Amerika, Anda hidup dalam level sukses, menurut standar dunia, bahkan yang termiskin di Amerika adalah lebih kaya dibandingkan seluruh dunia. Dan sukses berarti Anda punya pilihan. Anda mungkin tidak punya banyak uang, tetapi Anda bisa memutuskan apakah Anda akan pergi ke Mc Donalds, atau carl’s junior, atau In N Out atau Burger King atau apapun. Aku ingin pergi ke bioskop, dan Anda memilih filmnya, kebanyakan orang tidak mempunyai pilihan semacam itu.
Banyak orang sudah mencapai level sukses yang mengesankan, dalam hal gengsi dan kepemilikan, dan posisi, dan status, dan gaji, dan sukses. Dan mereka berpikir, aku sudah melakukannya, aku hidup dengan baik. Dan memang Anda terlihat bagus, merasa baik, mempunyai benda-benda, tetapi ada yang lebih dalam hidup yang baik, yaitu hidup yang lebih baik.
Dan itu sebabnya kita akan berbicara mengenai melakukan 40 hari tujuan.

Kamu dibuat untuk lebih dari sekedar Sukses
Saya kenal banyak orang sukses yang mencapai kemakmuran, popularitas, dan dalam waktu sunyi mereka mengatakan kepada saya, Rick, jika aku begitu sukses, mengapa aku merasa seperti kepalsuan. Kalau aku begitu sukses, mengapa aku selalu ingin lebih, kenapa aku tidak puas dengan apa yang sudah kupunyai? Kalau aku begitu sukses, kenapa aku tidak merasa penuh? Dan jawabannya adalah, kamu dibuat untuk lebih daripada sukses.
Kamu dibuat – temanku – untuk makna. Dan yang kamu butuhkan bukanlah lebih banyak uang, kamu butuh arti. Yang kamu butuhkan bukanlah kepemilikan, kamu butuh tujuan. Yang kamu butuhkan bukan lagi sukses dan kebanggaan, yang kamu butuhkan adalah makna.

Dalam 40 hari ini kita akan berbicara mengenai bagaimana Anda bisa berpindah dari sukses ke makna. Dan makna berasal dari (1) saat kamu mengenal sang Pencipta yang membuat kamu, (2) kamu tahu tujuan yang dimaksudkannya untuk kamu di bumi, dan (3) kamu mulai hidup sesuai tujuan Tuhan dalam hidupmu.
Jadi, apakah Tuhan bermain-main dengan kita? Apakah Allah sengaja membuat kita bingung, sehingga Ia membuatnya begitu sulit untuk mengetahui mengapa Ia menaruh kamu di planet ini? Tentu saja tidak. Tuhan ingin kamu mengetahui tujuanmu ditaruh di planet ini, lebih daripada kamu ingin mengetahuinya, karena Ia tidak ingin kamu membuang-buang hidupmu.
Ia tidak menaruh kamu di planet ini untuk mengambil tempat, membakar sumber daya, memakai oksigen, lalu mati.
Ia menaruhmu di bumi untuk tujuan tertentu. Dan Tuhan menyebut tiga hal tentang arti hidupmu, Anda perlu mencatat hal ini. Ia ingin kamu tahu betapa berharganya kamu bagi Dia. Dan Allah mengucapkan tiga hal di Alkitab, yang pertama Ia mengatakan bahwa Ia peduli tentang segala detil dalam hidupmu. Tuhan peduli terhadap segala hal kecil dalam hidupmu. Ia peduli ketika kamu merasa kurang baik, ketika perutmu sakit, ketika kamu telat menghadiri acara, ketika aku bertengkar dengan seseorang, Ia peduli tentang semua hal kecil dalam hidupmu. Dan Allah tidak punya masalah untuk menangani setiap detil kecil dari semua orang yang hidup. Alkitab berkata, Yesus dalam Matius berkata, “tidak ada burung pipit yang bisa jatuh ke tanah, tanpa Bapamu di Surga mengetahuinya.”
Kemarin seekor burung menghantam pagar rumah saya yang terbuat dari kaca, dan mati, dan ia jatuh. Tuhan melihat burung itu jatuh. Ia begitu perhatian kepada rincian. Tidak seekor burung pipit pun jatuh ke tanah tanpa Bapamu di Surga mengetahuinya. Setiap helai rambut di kepalamu diberi nomor, itu tidak sulit untuk beberapa dari kalian.. 🙂
Tapi itu berarti ketika rambut nomor 1042 jatuh ke wastafel pagi ini, Tuhan melihatnya. Dan dikatakan, “jadi jangan takut, kamu jauh lebih berharga bagiNya daripada sekumpulan burung pipit”. Jika Tuhan melihat setiap helai rambutmu yang jatuh, Ia pasti memperhatikan kamu, dalam cara yang tidak pernah kamu bayangkan!
Ia tahu setiap detil kehidupanmu, setiap pikiran, setiap ide, setiap hal baik dan menyedihkan, dan Ia tetap mencintaimu. Ia peduli dengan detil hidupmu.
Hal kedua yang dikatakan Alkitab adalah bahwa “Ia merencanakan hariku, bahkan sebelum aku lahir”.

Tuhan merencanakan hariku
Tuhan merencanakan hariku sebelum kelahiranku. Ia memikirkanku sebelumnya, Alkitab berkata di Mazmur 1:38 “Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan; semuanya tercatat di dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai.”
Hari-hari kita sudah dijadwalkan oleh Allah sebelum kita lahir. Itu sebabnya aborsi itu salah. Karena itu menyalahi rencana Allah.
Kalau Tuhan sudah merencanakan semuanya dalam hidup saya, maka Tuhan tidak pernah kecewa dengan Anda.
Mengapa? Karena kecewa terjadi kalau sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Tetapi Tuhan sudah tahu segala sesuatu yang sudah terjadi.
Bagaimana Ia bisa merencanakan sebelumnya? Karena Tuhan tidak dibatasi oleh waktu. Waktu adalah sesuatu yang ada karena kita ada di planet ini.
Tetapi Tuhan tidak hidup di bumi, Ia ada di luarnya, karena itu Ia bisa berada di masa lalu, masa sekarang dan masa depan pada waktu yang bersamaan.
Ini akan mengejutkan kita, karena pikiran kita seperti semut yang berusaha memahami internet, demikianlah kita berusaha memahami Tuhan.
Anda dan saya tidak punya kapasitas otak yang memadai untuk itu, dan kalau kita bisa, maka kita adalah Tuhan.
Tidak ada yang mengejutkan Dia. Artinya, kalau Anda pulang ke rumah dan berdoa, “Tuhan, Engkau tidak akan percaya apa yang sudah terjadi kepadaku tadi” 🙂
Tuhan tidak akan terkejut! Untuk setiap hal bodoh yang saya lakukan, Ia sudah tahu.
Tuhan tidak kecewa, Ia merencanakan hari-hari Anda, dan yang menarik adalah bahwa Ia membuat Anda untuk ada selamanya.

Tuhan berkata Ia membuat saya untuk ada selamanya
Anda tidak hanya ada untuk sementara waktu. Tuhan berkata Ia membuat Anda sesuai gambarNya. Artinya Anda berbeda dari binatang.
Anda bukan bebek, Anda bukan sapi, Anda dibuat serupa dengan gambar Allah, dan Anda dibuat untuk ada selamanya.
Allah itu abadi, dan Ia sudah menaruh jiwa yang abadi di dalam Anda. Satu hari jantung Anda akan berhenti, itu akan menjadi akhir dari tubuh Anda.
Di sisi ini, Anda akan mendapat 60-80 tahun, mungkin maksimal 100 tahun kalau Anda beruntung.
Di sisi kematian yang lain, Anda akan mengalami kekekalan. Triliunan tahun.
Jika kekekalan adalah jarak dari Amerika ke Jepang bolak-balik, maka hidup Anda hanyalah semilimeter saja dibandingkan jarak itu.
Maka pertanyaannya menjadi, “untuk apa aku ada di dunia ini?”
Dan Alkitab berkata, hidup adalah persiapan untuk kekekalan.

Hidup adalah Persiapan menuju Kekekalan
Ini adalah pemanasan untuk hal yang sejati terjadi. Ini adalah putaran pertama dari track, sebelum acara yang sebenarnya terjadi.
Ini playgroup, ini TK, ini tahap pembelajaran. 80 tahun hidup Anda adalah untuk Anda bersiap untuk kekekalan.
Perhatikan kata Alkitab dalam Pengkotbah 3, Tuhan membuat semuanya indah untuk waktunya sendiri.
Ia menaruh jiwa yang kekal dalam diri Anda, Ia menaruh kekekalan dalam hati manusia, tetapi orang tidak dapat menyelami makna dari semua ini dari awal hingga akhir.
Dan itulah yang membuat kita frustrasi, karena Tuhan bisa melihat semuanya dari awal hingga akhir, sedangkan kita tidak dapat.
Jadi itu sebabnya kita kuatir, bertanya-tanya dan frustrasi, karena kita tidak bisa melihat akhir dari semuanya ini.
Tapi karena kita tidak bisa melihatnya, kita harus belajar percaya kepada Tuhan.
Tuhan sudah menaruh kekekalan di hati kita, itu sebabnya ada kerinduan di hati Anda untuk sesuatu yang lebih.
Bahwa apapun yang terjadi di hidup Anda, tidak peduli betapa bagusnya itu, Anda selalu berkata “pasti ada sesuatu yang lebih dari ini”
Dan faktanya, ada. Anda dibuat untuk lebih daripada yang sekarang ini.
Ada kekekalan di hatimu, dan keinginan yang dalam itu yang tidak dapat Anda jelaskan mengapa Anda tetap tidak merasa puas, itu karena Tuhan membuat Anda bukan untuk sisi hidup puluhan tahun di bumi ini, tetapi untuk triliunan tahun di hidup yang lain, di mana segalanya sangat berbeda.
Tuhan berkata, Aku ingin bersama denganmu, selama hidupmu dalam kekekalan.

Kesalahan terbesar dalam hidup
Kesalahan terbesar yang orang lakukan hari ini adalah berpikir bahwa hidup ya hanya ini.
O ya.. hidup hanya sekali, jadi nikmatilah! Itu adalah sikap yang bodoh.
Anda harus hidup sesuai kehendak Allah supaya Anda siap untuk sesuatu yang akan datang.
Allah ingin keluarga untuk hidup denganNya selamanya.
Alkitab berkata di 1 Yohanes 2, dunia ini dan segala isinya akan lenyap. Apa artinya?
Hal-hal menjadi rusak. Anda tahu bangunan menjadi rusak, semuanya melemah, mati di bumi. Ini karena hal-hal itu tidak dimaksudkan untuk ada selamanya.
Tapi mereka yang melakukan kehendak Allah akan hidup selamanya.

Jika Anda tidak mendapat apapun dari saya hari ini, tangkap saja ini, Anda berarti bagi Allah.

Lebih dari yang Anda bayangkan, Anda tidak mengerti betapa Anda berharga bagi Dia.
Ia membuat Anda, Ia memikirkan Anda sebelum Anda lahir, Ia membuatmu untuk mencintaimu, Anda diciptakan sebagai object dari cintaNya,
Ia tahu tentang segala hal dalam hidupmu, Ia peduli tentang semua detilnya, dan Ia merencanakan untuk hidup dengan Anda selamanya dalam keabadian.
Sebesar itulah Anda berharga bagiNya.
Dan saya berkata, jika Anda mengerti ini, ini akan mengubah hidup Anda.
Dan ini membawa kepada pertanyaan ketiga, yaitu pertanyaan mengenai tujuan. Adakah tujuan untuk hidupku?

Adakah tujuan untuk hidupku?
Banyak orang ingin mengetahui hal ini. Alkitab menuliskan bahwa Yesaya berkata, “Usahaku tampaknya semuanya sia-sia, aku menghabiskan tenagaku untuk hal yang tak berguna dan tak ada tujuannya,
Anda harus kembali kepada Tuhan. Mungkin Atheis paling terkenal abad 20 adalah Bertrand Russel.
Dan satu hal yang sangat saya setujui bersama dia meskipun dia adalah seorang atheis adalah yang dia katakan tentang tujuan hidup.
Bertrand Russel berkata, “Kecuali Anda berasumsi bahwa ada Tuhan, pertanyaan mengenai tujuan hidup adalah tidak berarti.”
Ia benar. Apa yang dia katakan? Ia mengatakan ini, jika tidak ada Tuhan, maka tidak ada tujuan hidup.
Tidak ada arti dari segala sesuatu. Karena faktanya adalah, jika tidak ada Tuhan, maka kelahiran Anda adalah kecelakaan!
Anda adalah kecelakaan aneh dari alam, Anda lahir secara acak, dan jika Anda mati secara acak pula karena penembakan,
maka Anda tidak ada bedanya dengan bebek, atau kambing, atau yang lainnya.
Karena tidak ada Tuhan, tidak ada jiwa yang abadi, tidak ada salah atau benar, tidak ada surga atau neraka, tidak ada kehidupan setelah kematian,
tidak ada tujuan dalam hidup Anda.
Dan orang yang berkata, “Tidak ada Tuhan”, harus dengan cerdas cukup jujur tentang kesimpulan logis dari kepercayaan mereka.
Jika tidak ada Tuhan, semuanya sia-sia belaka, ini hanya tentang bertahan hidup saja.
Dan jika saya ingin membunuh Anda, maka silakan saja, itulah bertahan hidup!
Ini adalah dunia yang penuh depresi. Banyak orang ingin menjadi Atheis, karena mereka tidak ingin punya bos.
Tetapi mereka tidak mau mengikuti kesimpulan logis bahwa jika tidak ada Tuhan, maka semuanya terjadi secara kebetulan, hidup Anda tidak berarti apa-apa.
Tapi ada kabar baik, ada Tuhan, dan Dia punya rencana untuk hidup Anda.
Kabar baiknya adalah bahwa Alkitab berkata, “Ia membuatku untuk tujuanNya”.

Tuhan tidak pernah membuat sesuatu tanpa tujuan. Setiap batu punya tujuan, setiap tanaman punya tujuan. Dan semakin kita mempelajari ekosistem dunia,
semakin kita sadari betapa eratnya kaitan antara segala sesuatu, dan bahwa jika ada sistem ekologi, maka Tuhan berkata bahwa segala sesuatu ada tujuannya.
Bahkan bakteri dan penyakit, mereka ada di balik rencana.
Maka berhentilah menyalahgunakan. Jika Anda tidak mengerti tujuan dari sesuatu, Anda menyalahgunakannya.
Anda tidak mengerti tujuan seks, Anda menyalahgunakannya. Anda tidak mengerti tujuan dari uang, Anda menggunakannya untuk hal yang salah.
Jika Anda tidak mengerti tujuan hidup Anda, Anda menyalahgunakannya.
Dan Anda juga membiarkan orang lain menyalahgunakannya.
Jadi itulah kenapa begitu penting mengetahui tujuan hidup Anda dalam hidup ini.
Alkitab berkata Allah membuat saya untuk tujuan-tujuanNya.
Amsal 16:4 menyebutkan, Tuhan sudah membuat segala sesuatunya untuk tujuanNya sendiri.
Alkitab jelas berkata, pada mulanya Tuhan… dan dari situlah Anda harus mulai.
Jika Anda tidak mulai dari Tuhan, Anda tidak punya pilihan apapun, tidak ada tujuan apapun.

Menemukan Tujuan hidup Anda
Bagaimana saya mengetahui tujuan hidup saya? Dengan mengenali Allah.
Jika Anda mulai mengenal Allah, Anda mulai mengenal diri Anda sendiri, karena Dialah yang membuat Anda.
Dan Alkitab berkata beberapa kali tentang hal ini, Kolose 1 berkata, “Semuanya diawali oleh Tuhan, dan menemukan tujuannya di dalam Dia”
Kalau Anda tidak mengerti bagian “di dalam Dia” itu, Anda tidak akan menemukan tujuan apapun.
Amsal 9:10, “Mengenal Tuhan menimbulkan segala jenis pengetahuan yang lain”
Anda ingin tahu kenapa Anda mengalami kesulitan dalam hubungan-hubungan Anda? Mulailah dari mengenal Tuhan.
Anda ingin tahu kenapa Anda selalu buntu? Mulailah dari mengenal Tuhan.
Anda ingin tahu tujuan hidup Anda? kenalilah Tuhan.
Ingin tahu kenapa Anda selalu stress? kenal lah Tuhan.
Alkitab berkata, mengenal Tuhan menghasilkan segala macam pengetahuan.
Di surat Efesus dikatakan, “Dalam Kristus kita mengetahui siapa diri kita, dan untuk apa kita hidup”
Ia bekerja dalam segala sesuatu dan setiap pribadi.
Tidak ada yang lebih penting daripada mengetahui “untuk apa aku di dunia ini”!
Dan itu sebabnya kita akan menghabiskan 40 hari untuk mempelajarinya.
Selama 40 hari ini, saya minta Anda melakukan lima hal, yang akan membutuhkan waktu kurang lebih 48 jam total, atau 1 jam per hari.
Satu jam untuk mengerti tujuan Tuhan dalam hidup Saudara.
Pertanyaannya, apakah berharga untuk dua hari dalam hidup Anda mempelajari apa yang akan Anda lakukan selama sisa hidup Anda?
Saya akan menjawab ya, itu sangat berharga.
Apakah layak memakai dua hari dalam hidup Anda untuk masuk ke tempat yang benar di keabadian, dan Anda siap, sebagaimana hidup ini mempersiapkan Anda untuk masa depan itu?
Saya rasa ya.
Jika Anda tahu hal yang lebih berharga untuk menghabiskan dua hari dalam hidup Anda, berdirilah sekarang dan katakan kepada kami.
Karena saya tidak tahu apa yang lebih baik untuk dilakukan selama dua hari itu.
Waktu kami menemukan dan memulai 40 hari tujuan hidup lima tahun lalu, tidak ada orang yang pernah mendengarnya.
Hari ini, ada lebih dari 30.000 gereja di Amerika saja sudah melakukan 40 hari tujuan hidup.
Itu berarti satu dari sepuluh gereja di Amerika, sudah melakukan 40 hari hidup dalam tujuan.

Siapa melakukan 40 hari tujuan hidup?
Lalu itu mulai menyebar, pertama ke tim olahraga profesional.
Hampir semua tim di NBA, NFL dan Pro Baseball sudah melakukan 40 hari tujuan.
Nascar sudah melakukannya, LPGA sudah melakukannya. Hampir semua tim olahraga profesional sudah melakukan 40 hari tujuan.
Lalu perusahaan dan grup bisnis mulai melakukannya.
Karyawan di Ford motor melakukannya, karyawan di Wall Mart melakukannya, Coca Cola melakukannya, Disney, dan saya bisa terus melanjutkan.
Sekolah-sekolah mulai menjalankannya. Kota-kota mulai menjalankannya, hari ini lebih dari 50 juta orang telah melakukan 40 hari tujuan hidup dalam 5 tahun terakhir ini.
Tahun ini di Rwanda, mereka akan melakukannya secara nasional.
Dan di kota Kampala, Uganda, mereka akan melakukannya secara kota.
Di musim gugur yang akan datang, kota New York akan melakukannya per kota.
Dan materi yang akan saya ajarkan selama 6 minggu ke depan, akan mengubah hidup Anda, jika Anda mengijinkannya.
Tapi Anda harus melakukannya dengan cara yang bisa mengubah hidup Anda.
Jika yang saya lakukan hanya memberi Anda kotbah, dan yang Anda lakukan hanya datang ke sini mendengar pesan-pesan, maka itu tidak akan mengubah hidup Anda.
Jika Anda mendengar saya, itu informasi. Tapi jika Anda ingin mengubah sesuatu dalam diri Anda, Anda harus mendengarnya, Anda harus membacanya, Anda harus membicarakannya dengan orang lain, Anda harus memikirkannya, dan Anda harus melakukannya.

Minggu ini kami sudah menghapus password dan sebagainya agar semua orang di dunia bisa masuk ke saddleback.com dan melihat pelayanannya.
Jadi Anda mungkin punya teman, atau tetangga, atau kerabat di negara lain, Anda bisa mengarahkan ke saddleback.com dan melihat pesan ini untuk 6 minggu ke depan.
Yang kedua, Anda perlu membaca bacaan harian yang saya tulis dalam buku “Purpose Driven Life” (Untuk Apa Aku ada di dunia ini, penerbit Gandum Mas atau Immanuel),
yang sekarang ini merupakan buku paling banyak diterjemahkan di dunia, setelah Alkitab.
Dan sudah diterjemahkan ke lebih banyak bahasa daripada semua buku bersampul tebal (hardback) lainnya dalam sejarah Amerika.
Yang ketiga, masuklah ke dalam kelompok kecil.
Kami punya 40 ribu kelompok kecil mulai dari Santa Monica, Malibu sampai ke Coral Bay.
Tempat dimana kita akan berbicara mengenai arti hidup Anda.
Dan Anda harus bergabung dengan kelompok yang bertemu seminggu sekali, baik di rumah, di kantor atau dimanapun.
Jadi sekarang kami membuat DVD untuk Anda tonton selama 40 hari tujuan dalam kelompok Anda.

Kisah hidup yang diubahkan
Karena begitu banyak orang sudah melakukan 40 hari tujuan, saya bisa memberitahu Anda jutaan kisah hidup yang diubahkan.
Sungguh, saya sudah menyaksikan ratusan ribu email, telepon, dan surat selama 5 tahun terakhir ini.
Satu diantaranya adalah ini, kisah tentang Ashley Smith di buku yang ditulisnya berjudul “Malaikat yang tak dinyana”
Anda mungkin ingat berita beberapa waktu lalu tentang seorang terdakwa yang menembak di ruang pengadilan, membunuh hakim, petugas polisi, dan beberapa pembunuhan lain, kemudian ada perburuan besar-besaran untuk orang ini di seluruh kota Atlanta.
Suatu saat sekitar jam 1 pagi, ia mengambil Ashley Smith, 26 tahun, sebagai sandera di rumahnya sendiri, mengikatnya dengan kabel listrik dan menodongnya dengan pistol.
Ashley berkata, “Bolehkah aku membacakan 40 hari tujuan hidup kepada Anda?”, dan saat ia mulai membacanya, itu mulai melembutkan hati orang itu.
Dan Anda tahu kelanjutannya seperti dikisahkan di Oprah, Larry King dan setiap media.
Gadis ini meyakinkan dia untuk melepaskannya, lalu menyerahkan diri kepada tim SWAT.
[Inilah Ashley Smith Robinson berbicara]
Selamat pagi, saya bersukacita bisa datang ke tempat ini, saya bersemangat untuk membagikan kisah saya dengan Anda.
Saya menerima Yesus sebagai penyelamat saya pada usia 7 tahun, saya berasal dari keluarga Kristen, saya berminat kepada olahraga dan modelling.
Pada umur SMU, saya mulai memakai obat-obatan. Obat itu mulai menjadi pengendali hidup saya.Saya menikah di usia 20, dan putri saya lahir beberapa bulan kemudian, saya berdedikasi kepada pernikahan saya, dan kepada pesta di akhir pekan.
Dua setengah tahun setelah menikah, suami saya dan saya pada akhir pekan hadir di pesta dan saya melihatnya ditusuk sampai akhirnya mati di tangan saya.
Tentu saja pada saat itu Tuhan belum menjadi prioritas dalam hidup saya.
Saya percaya Tuhan memanggil saya untuk melakukan kehendakNya, tetapi saya terlalu sibuk berpesta.
Dan saya memberitahu Tuhan bahwa Ia bisa menunggu.
Setelah melihat suami saya meninggal, saya justru berpesta 24 jam sehari 7 hari seminggu untuk menghadapi kesakitan yang saya hadapi dan segala hal lain yang terjadi dalam hidup saya.
Sebenarnya saya menjadi pecandu obat. Tetapi saya merasa saya sedang bersenang-senang, dan mungkin suatu hari saya akan berhenti.
Saat itulah akhirnya saya memutuskan untuk tidak memelihara anak saya karena saya tidak bisa memelihara diri saya sendiri.
Kecanduan saya menjadi begitu hebat. Saya menitipkan anak saya ke bibi saya sampai saya bisa mengendalikan diri.
Dan dalam proses mengendalikan diri itu pada tahun 2003, saya keluar masuk panti rehab, karena saya tidak siap untuk menjalaninya.
Tapi akhirnya pada 2004 saya berhasil menyelesaikan satu program, dan saya pindah ke Atlanta.
Saya mendapat pekerjaan, dan mulai berhasil dalam hidup saya.
Bagaimanapun, dua setengah bulan setelah menyelesaikan program itu, saya kembali ke obat-obatan lagi.
Pada Februari 2005 saya menghadiri gereja setelah bertahun-tahun, dan itulah saat kalian mulai melakukan 40 hari tujuan hidup.
Dan mereka memberi saya buku. Saya tahu Tuhan sedang mengetuk pintu hati saya, tetapi saya benar-benar takut karena hidup saya sangat kacau.
Saya mengira Tuhan tidak menginginkan apa-apa atau berurusan dengan saya.
Tapi saya tidak punya apa-apa lagi, jadi saya menjawab ketukan itu.
Dan Tuhan mulai bekerja dalam hidup saya mulai saat itu.
Saya mulai membaca itu selama 33 hari selanjutnya. Saya membaca bab demi bab, saya membaca ayat-ayat di Alkitab.

Saya ingin mengatakan bahwa kecanduan saya akhirnya berhenti total.
Tetapi tidak, saya masih menggunakannya selama 33 hari itu. Tapi ada perbedaan, pada saat menggunakannya saya marah kepada diri sendiri, dan saya merasa Tuhan ada di sekeliling saya dan Ia berkata, “Tidak apa-apa, berdirilah dan teruslah berusaha, mungkin kita akan menjadi lebih baik lain waktu. Teruslah berjalan Asley, Aku di sini.”
Jadi saya tetap melakukannya, sampai pada hari dimana Brian Nichols menyandera saya, dan saya sedang di rumah saya sendiri.
Cerita yang saya sampaikan kepada penyadera itu adalah kisah mengenai dua penebusan, dan saya membacanya dari buku Purpose Driven Life.
Dan ia melepaskan saya dan menyerahkan diri ke polisi.
Yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa aku masih bergumul dengan obat.
Aku tidak bisa lepas sendiri. Saya sedang berusah menenangkan Brian Nichols, dan ia meminta obat itu lalu saya memberikannya.

Itulah saat dimana Tuhan mengubah saya dan membebaskan saya. Karena saya harus memutuskan apakah akan memakai obat itu bersama orang itu, atau tidak.
Saya berpikir saya bisa memakai obat, lalu mati, atau tidak memakainya dan melihat apa yang akan orang itu lakukan selama sisa hidup saya.
Tapi saya memilih untuk tidak melakukannya, dan itu adalah berkat yang luar biasa.
Sejak saat itu saya mulai mencari tahu lebih banyak mengenai Tuhan, dan siapa Dia.
Siapakah Tuhan ini yang menarik saya dari lubang kecanduan yang dalam. Jadi saya mulai membaca Alkitab untuk menemukan informasi itu.
Akhirnya saya menyelesaikan membaca 40 hari tujuan.
Saya tidak punya banyak pengaruh yang baik dari orang lain, karena mereka semua seperti saya pada saat itu.
Tetapi karena saya berdoa, saya dipenuhi dengan banyak orang yang membantu saya menjalani rute saya untuk mendekat kepada Allah.
Saya mulai belajar menjadi ibu Kristen yang baik, isteri Kristen, dan saya bergabung dengan gereja dimana saya bisa membagikan semangat saya untuk para wanita lain.
Saya sadar bahwa saya belum mencapai tujuan hidup saya, paling tidak sampai Tuhan memanggil saya kembali.
Tapi aku sadar bahwa Tuhan mulai mengambil kesalahan-kesalahan dalam hidupku, dan memakainya untuk tujuanNya.
Kecanduan obat saya memalukan untuk dibicarakan kadang-kadang. Tapi itulah saya, dan Tuhan menggunakannya untuk tujuanNya.
Saya ingin agar jika ada orang seperti saya di sini, Tuhan mencintaimu.

Anda tidak berbeda dari saya. Ia menunggu saudara untuk benar-benar menyerah dan Ia berkata Aku cinta kamu, biarkan Aku mengambil ini dan memutarbalik semuanya.
Jadi saya jujur kepada Anda hari ini, ini tidak membuat saya kurang, tetapi lebih kepada bahwa saya diselamatkan oleh kemurahan saja.
Itulah hal terbesar di dunia ini.
Saya menikah lagi, dan Tuhan juga menarik suami saya kepadaNya. Dan kami tidak pernah lebih berbahagia dalam hidup kami.
Membiarkan Tuhan menjadi pemimpin kami adalah pengalaman terbaik. Yang saya cari dalam hidup ini sekarang adalah suatu saat Penyelamat saya akan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang baik dan setia”.
Pergi dan berbicara di seluruh Amerika dan Canada adalah berkat bagi saya, tapi itu juga panggilan dari Tuhan yang sudah dari sejak dulu saya abaikan.
Sekarang saya berkata, ok Tuhan, suatu kehormatan untuk melakukannya. Dulu saya kecanduan obat-obatan, sekarang saya kecanduan cinta Tuhan, dan itu lebih baik.
Saya ingin berkata kepada saudara, bahwa apapun yang saudara lakukan, Tuhan mencintai saudara. Ia memberikan AnakNya untuk mati bagi kita, Ia tergantung di kayu salib dan Ia mati dan Ia bangkit kembali dan Ia menunggu kita di Surga.
Suatu hari Ia akan memanggil kita kembali.

Sebelumnya: Day 1 Apa yang akan kamu kerjakan selama sisa hidupmu?

 

Diterjemahkan dari Rick Warren: https://www.youtube.com/watch?v=gWIEyQTlqNA

Related posts

Leave a Comment