Member Login

Lost your password?

Registration

Arti hidup


Kemampuan untuk Melawan Keinginan Dosa

Ada tiga jenis anjing di lingkungan saya. Anjing yang pertama adalah anjing yang diikat dengan tali.
Anjing ini hidup tertekan, ia sedih karena banyaknya larangan. Anda bisa melihat raut mukanya yang sedih atau tegang karena frustrasi.
Anjing jenis kedua adalah anjing yang dilepas oleh pemiliknya. Ia bisa berlari ke sana kemari di lingkungan tetangganya, berguling di rerumputan dan mengejar anjing betina di lingkungannya, atau bahkan orang lewat. Kalau ia bisa berbicara ia akan berkata kepada anjing yang pertama, “Kasihan sekali kalian anjing yang menderita, lihatlah aku yang bisa berlarian kesana saja dan melakukan apapun yang kumau. Aku anjing yang berbahagia!”. Tetapi anjing ini tidak menyadari bahwa hidupnya dalam bahaya. Banyak tetangga yang tidak menyukainya. Ia bisa saja berakhir di bawah kolong truk di tengah jalan. Atau seseorang meracuninya karena ia sering menakut-nakuti anjing mereka dan merusak tanaman mereka.
Anjing jenis ketiga adalah anjing yang tidak diikat oleh tuannya, tetapi tidak dilepas seperti anjing yang kedua. Ia diawasi oleh tuannya, diajak jalan dan lari pada sore hari, bermain di taman dengan anak-anak tuannya, diberi makan, badannya sehat dan bersih. Ia tidak diikat, tetapi tidak dibiarkan lepas. Ia melakukan apa yang diperintahkan tuannya, bukan karena dilarang, tetapi karena ia mencintai tuannya.
Pernah menonton acara tv “The dog wishperer” nya Cesar Millan?

Moses Law, No Law and The Law of Love
Rasul Paulus berkata bahwa kita tidak lagi berada di bawah hukum taurat. Sejak kita menjadi orang percaya, kita telah dimerdekakan dari kuasa dosa.
Tetapi banyak orang percaya yang setiap hari bergumul melawan keinginan dosa, dengan pengetahuan dan pikirannya, tetapi tidak pernah berhasil. Mereka tidak ingin melakukan dosa, karena itu adalah larangan yang tertulis dalam sepuluh perintah Allah.
Tetapi justru dosa lah yang mereka lakukan. Ini terjadi karena mereka berusaha melawan keinginan daging dengan daging. Melawan nafsu dengan pikiran.
Mereka tidak berhasil karena mereka hidup di bawah hukum taurat. Mereka adalah jenis anjing yang pertama.
Anda mengenal jenis anjing yang kedua. Mereka adalah yang mengira dirinya tidak berada di bawah hukum apapun. Mereka melakukan apa yang mereka suka, mereka liar dan berbahaya. Tetapi walaupun mereka berkata bahwa mereka tidak berada di bawah hukum apapun, sebenarnya mereka ada di bawah hukum dosa.
Yesus berkata, “Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa”.
Orang-orang ini terikat kepada keinginan-keinginan dosa. Kadang mereka tidak ingin melakukan sesuatu, tetapi mereka melakukannya juga. Setelah perbuatan dosa dilakukan, mereka akan kehilangan kenikmatan terhadap dosa itu, sehingga harus menambah intensitasnya atau keragamannya untuk mendapatkan perasaan yang sama. Ini yang terjadi kepada orang yang kecanduan obat-obatan, seks bebas, pornografi, judi atau kelihatan lebih sederhana seperti kebiasaan marah, egois, tidak mempedulikan orang lain dan kebanggaan diri. Dosa itu seperti air laut, semakin diminum semakin membuat haus! Dan ujungnya adalah maut, kematian kekal.
Lalu ada jenis anjing yang ketiga. Mereka ini diawasi, dilatih, diberi makan, dan diajak jalan dan dijadikan teman. Walaupun tidak diikat dengan tali, mereka tidak melakukan yang tidak disukai tuannya, karena mereka mencintai tuannya.
Yesus berkata,
Yoh. 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yangmengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Orang yang mencintai Tuhan akan memiliki kemampuan untuk menghindari dosa. Bukan karena ia diikat oleh larangan, tetapi karena ia mencintai Tuhan dan tidak ingin mendukakan hatiNya.
Rasul Paulus menulis,
Gal. 5:16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Orang yang hidup menurut Roh tidak akan menuruti keinginan daging, artinya ia mampu melawan keinginan dosa.
Roh Kudus dan dosa seperti minyak dengan air, tidak bisa bersatu. Jika Anda mencintai yang satu, Anda tidak bisa mencintai yang lain.
Kunci untuk memiliki kuasa untuk melawan keinginan dosa adalah “mencintai Tuhan dan hidup bergaul denganNya”.

Apa yang dimaksud dengan berjalan dengan Roh?
Bagaimana Anda bergaul dengan orang yang Anda sayangi? Orang yang bergaul dengan Tuhan adalah Abraham, Nuh, Henokh, Daud dan sebagainya.
Anda bisa melihat bagaimana mereka bergaul dengan Roh.
Mereka percaya bahwa Roh Kudus itu ada, dan sama nyatanya dengan jari-jari tangan mereka.
Mereka juga percaya bahwa mereka bisa berbicara dengan Tuhan, dan mendengar suaraNya.

Bagaimana caranya berjalan dengan Roh?
Anda harus mempercayai bahwa Ia ada di sekitar Anda, dan bahwa Anda bisa berbicara denganNya dan mendengarNya.
Anda harus hidup dengan kesadaran penuh akan Roh Kudus, setiap saat!
Sama seperti Anda sadar akan teman yang duduk di sebelah Anda.
Bagaimana bayi belajar berjalan?
Kita belajar berjalan dengan mencoba berjalan, bukan dengan pengetahuan kita.

Bagaimana saya tahu bahwa saya sudah berjalan dengan Roh?
Tanda bahwa Anda sudah bisa berjalan dengan tegak adalah jika semua buah Roh keluar dari hidup Anda, dan sebaliknya Anda tidak lagi menuruti keinginan daging.

Ada anggota jemaat yang baru menikah. Saat pendeta berkotbah tentang hal ini, pengantin muda yang pria mengucapkan ketidaksetujuannya.
Ia berkata, “Kalau kita tidak lagi berada di bawah hukum taurat, maka semuanya ini tidak ada artinya, karena menurut saya kekristenan berarti menuruti sepuluh perintah Allah”
Orang muda ini tetap datang ke gereja walaupun ia tidak setuju terhadap kotbah pak pendeta.
Selang beberapa bulan, pak pendeta bertemu dengan laki-laki ini dan beliau bertanya, “Senang bertemu Anda kembali, bagaimana kehidupan rumah tangga Anda?”
Laki-laki itu menjawab, “Baik pak pendeta. Isteri saya adalah isteri yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada saya. Ia menyiapkan makanan setiap hari untuk saya, mencuci baju saya dan memijit badan saya saat lelah sepulang bekerja.”
Pendeta berkata, “Wow! Itu bagus sekali. Apakah kamu menulis semua pekerjaan itu di dapur?”
“Tidak”, kata laki-laki itu.
“Apakah kamu mengatakannya setiap pagi sebelum berangkat bekerja?”
“Tidak juga”, katanya.
“Hm..” pak pendeta bertanya, “Lalu mengapa ia melakukan semuanya itu?”
Jawabnya, “Karena ia mencintai saya”.
Jadi kita tidak hidup di bawah hukum taurat, tetapi kita tidak berbuat dosa karena kita mencintai Tuhan.
“I love you Lord, for all that You’ve done for me”


Bagikan kalau Anda mendapat sesuatu:

Share: Dilihat 3625 kali

Artikel dalam kategori ini:


mulutku harimauku
» Mulutku Harimauku
gold
» Hidup Kudus untuk Diberkati?
kata-kata menyakitkan
» Kata-kata Menyakitkan vs Kata kata Membangun
berilah maka kamu akan diberi
» Hidup Untuk Memberi - Berilah Maka Kamu Akan Diberi
hidup berkelimpahan
» Dua Cara untuk Menjadi Kaya dan Sukses

Tags: ,

Leave a Reply