Member Login

Lost your password?

Registration

Arti hidup


Menegor atau membiarkan?

Apakah kita seharusnya menilai segala sesuatu? apakah kita seharusnya menegor orang yang berbuat salah, atau membiarkan?

HAKIMI DAN JANGAN MENGHAKIMI
Alkitab berkata jangan menghakimi, tetapi Alkitab juga menyuruh kita menghakimi.
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Mat. 7:1
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Mat. 18:16
Kedua ayat ini kelihatannya bertentangan tetapi sebenarnya tidak, kalau kita mengerti maksudnya.

menegur

Menghakimi adalah kata yang sulit difahami karena memiliki beberapa pengertian.
Dalam bahasa aslinya, menghakimi (krino) artinya menilai atau memutuskan.
Karena orang tidak bisa menegur atau mengkritik tanpa lebih dahulu menilai (menghakimi), maka kata mengkritik dan menegur sering dipakai bergantian dengan menghakimi.

A. JANGAN MENGHAKIMI
– Hakimilah dirimu sendiri
1Tim 4:16 “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.”
“Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Mat. 7:2
“For if we would judge ourselves, we should not be judged.” 1 Cor 11:31 (KJV)
Jika kita menghakimi (menilai) diri kita sendiri, maka kita tidak akan dihakimi.

– Jangan menghakimi segala sesuatu
“Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya..
Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri.” Roma 14:1,4-5
Terimalah orang yang lemah. Menghakimi (menegur/mengkritik) hanya diperintahkan untuk sesuatu yang memberi dampak besar, misalnya terhadap pengajar sesat, bukan setiap tindakan orang harus dihakimi.
Tuhan sendiri sabar terhadap kita, Ia tidak mengkoreksi setiap kelemahan kita.
Orang yang keras terhadap diri sendiri cenderung keras juga terhadap orang lain. Menasihati memang baik, tetapi melakukannya terlalu sering tidak baik.

B. HAKIMI (tegur, nasihati)
– Hakimi hanya orang dalam jemaat
“Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?” 1Kor.5:12
Orang Kristen hanya menghakimi (menilai) orang dalam jemaat.
Orang tidak percaya tidak hidup berdasarkan Firman Tuhan, maka tidak ada alasan untuk menghakimi mereka.

– Cara untuk menegur
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2Tim. 3:16
Koreksi terjadi saat orang membaca Alkitab, jadi menyuruh orang membaca Alkitab lebih baik daripada mengkoreksi atau menghakimi orang.

Cara lain yang lembut untuk menegur seseorang adalah dengan meminta Roh Kudus yang melakukannya. Orang percaya yang memiliki Roh Kudus dalam hatinya akan ditunjukan kesalahannya, walaupun kita tidak memberitahunya.

Nasihat lebih baik daripada mengkritik
Mengkritik adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi orang yang melakukannya, sama berbahayanya seperti memanjat tebing tanpa pengaman.
Apa bedanya menasihati dengan mengkritik?
“Mengkritik fokus kepada masalah yang sudah terjadi, sementara nasihat fokus kepada pencegahan.”
Jadi jika masalah sudah terjadi, kemungkinan besar kamu sedang menghakimi (mengkritik) dan bukan menasihati. Lebih baik menasihati daripada mengkritik. Tetapi jika kritik harus dilakukan, itu hanya boleh dilakukan di dalam jemaat, untuk masalah yang berdampak besar, dengan kasih dan mencari pimpinan Roh Kudus lebih dulu.

Selamatkan muka
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Mat 18:15
Nasihat di bawah empat mata berarti tidak mempermalukannya. Ada banyak cara untuk membuat kesalahan seolah-olah hal yang terlupakan, untuk menyelamatkan muka seseorang.

– Siapa yang boleh menghakimi?
“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.”
Yang boleh menghakimi adalah orang yang bersih hatinya.
Yesus melarang orang melihat perkara kecil sementara perkara besar tidak kita perhatikan.

– Tanda-tandanya
Bagaimana perasaanmu saat akan menegur, menasihati atau mengkritik? Apakah kamu ingin membantu, memulihkan, mengasihi, memberi? Apakah kamu bisa menundanya ke lain waktu dan tidak harus sekarang? Apakah teguranmu menuntun kepada kemurnian tubuh Kristus? Jika ya, maka Anda menghakimi dalam pengertian yang baik.


Bagikan kalau Anda mendapat sesuatu:

Share: Dilihat 2231 kali

Artikel dalam kategori ini:


siksa neraka jahanam
» Siksa Neraka, Suara Jeritan Jutaan Manusia
mulutku harimauku
» Mulutku Harimauku
sakit hati
» Bisakah Kita Memilih untuk Tidak Sakit Hati?
love
» Cinta adalah Motivasi Terbesar
kata-kata menyenangkan
» Kata-kata Kasih dan Menyenangkan

Tags: , ,

Leave a Reply