Member Login

Lost your password?

Registration

Arti hidup


Menjawab atau Diam?

Seringkali kita dihadapkan pada pilihan saat mendengar orang lain berbicara. Pilihannya adalah: Menjawab atau diam?
Dalam rumah tangga, dalam hubungan dengan teman, dalam organisasi apapun, kita menghadapi masalah ini, kadang beberapa kali dalam satu hari.

calm

Alkitab mempunyai solusi untuk hal ini.
Amsal 26:4-5 berbunyi:
“4 Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.
5 Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.”

Kedua ayat ini kelihatannya bertentangan, tetapi sebenarnya tidak.
Ayat 4 menyuruh kita diam, yaitu agar kita tidak menjadi sama bodohnya.
Ayat 5 menyuruh kita menjawab, yaitu supaya ia tidak mengira dirinya benar.
Orang yang merasa benar dan tidak terbantahkan bisa mengakibatkan kerusakan yang cukup serius jika dibiarkan. Tetapi menjawab dengan emosi tanpa pertimbangan adalah sama bodohnya dengan orang yang berkata bebal.

Kapan kita menjawab?
1. Kalau ada kerusakan yang bisa dicegah.
Kadang jika dibiarkan dengan pengertiannya yang salah, orang bodoh bisa menyebabkan kerusakan yang serius. Di saat seperti ini kita harus menjawab agar ia tidak mengira dirinya benar.
2. Kalau ada peluang untuk berbuat baik
Jika kita melihat bahwa dengan pengertian yang benar orang bisa berbuat baik, maka kita harus menjawab.

Cara menjawab:
1. Ad hominem, artinya “kepada orang itu”. Kita harus menjawab dengan bahasa yang bisa dimengerti orang itu, dengan sederhana dan dari sudut pandang orang itu.
2. Ad rem, artinya “dengan singkat”
3. At the right time, pada waktu yang tepat. Sebaiknya tunggu dulu hingga ia selesai berbicara, baru jawab dengan singkat dan sederhana, tetapi mengena.

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Ams. 15:1
Jawablah dengan lembut dan kasih, bukan dengan tujuan membangkitkan amarahnya apalagi mempermalukan

Adu Argumentasi?
Dale Carnegie berkata, “kita tidak bisa menang dalam sebuah debat”. Kedua pihak yang berdebat biasanya sama-sama kalah. Jika yang satu menang, maka yang lain marah.
Alkitab juga melarang orang untuk berdebat.
Amsal 20:3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
Amsal 17:14 Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

Jika orang mulai menunjukkan gelagat adu argumentasi, kita harus mundur.
Tuhan Yesus berkata, “..hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.” Lukas 7:35
“Wisdom is justified by all her children.” (NET). Kebijaksanaan diterima oleh anak-anaknya. Artinya, orang bijak menerima perkataan yang bijak. Jadi jika orang itu sebenarnya bukan orang bebal, maka ia akan menerima jawaban yang bijak, demikian pula semua orang yang mendengarnya.


Bagikan kalau Anda mendapat sesuatu:

Share: Dilihat 1522 kali

Artikel dalam kategori ini:


gold
» Hidup Kudus untuk Diberkati?
kata-kata menyakitkan
» Kata-kata Menyakitkan vs Kata kata Membangun
mengalah
» Mengalah
menegur
» Menegor atau membiarkan?
emas
» Disucikan dan dimurnikan dan diuji

Tags: , , ,

Leave a Reply